Loading...

Sabtu, 21 Maret 2009

IKHLAS-mu

20maret09

Yah…ngantuk banget saat mata ingin tertidur malam sudah melambaikan auranya
Cahay kian redup
Tapi aku tetap saja sibuk menggoyang kan jari jemari ku yang lentik.
Bukan karena kamu atau aku
Hanya saja semua harus sudah beres secepat mungkin…yupppzzz
Tugas kuliah.
Banyak banget yang harus aku bereskan tugas kuliah ku yang belum tuntas belum lagi mengatur jadwal baru secara bentar lagi aku sudah masuk kuliah.
Kalau di fakir-fikir sangat ribet mengatur jadwal dengan kegiatan yang tak sedikit, mulai dari kuliah semester 8, siaran yang merupakan hobi, mengajar di sekolah belum lagi kegiatan ku dirumah seperti berbakti pada keluarga dan merawat jiwa dan raga.
Memang terlalu sibuk untuk orang yang selalu bermalas-malasan…
Oh no………….
Itu aku banget tapi itu dulu saat semua money terbuang dengan sia-sia dan hanya ada rasa tak tau malu karena sudah berfoya-foya dan mungkin juga karena cinta.
Ah cinta….
Aku berfikir betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia pada hal hidup ini terlalu singkat untuk itu semua.
Dunia dipenuhi oleh ke-egoisan , mencari kebaikan hanya untuk amal, mencari cinta hanya untuk bahagia, membunuh hanya untuk uang.
Dunia juga di penuhi oleh permainan teka teki silang.
Aku tau terlalu naïf jika aku bilang begitu tapi yang aku rasakan seperti itu.
Dengan alur cerita hidup ku yang penuh persimpangan yang belum berkesudahan, aku tak terlalu peduli dengan apa yang mereka teriakan yang seperti bunyi nyanyian, cacian atau malah seperti bunyi kentut….bud…bud….bud…
Berlomba dengan anjing yang menggonggong, tapi aku tetap tidak peduli.
Ada seorang bapak yang berkata pada ku “ikhlaskan lah maka kau selamat”
Awal nya aku tetap bersikerah dengan semua amarah ku untuk mengecam dunia yang membuat ku kerdil dalam dunia lumut, lalu aku sejenak mengingat kata-kata itu dengan kerutan di dahi yang seolah menunjukan aku juga bisa peduli dengan bunyi itu.
Tapi tetap saja aku tak mau peduli. Aku ambil buku yang “bau-mu” mencoba menyaksikan dunia fragmen dalam kaleng, merasuk dalam roh-roh seni dan aku bersajak dalam teater dunia.
Bermain gitar tanpa senar bernyanyi tanpa suara
Ber lalalala ber lililili
Tapi aku bisa dengar sebuah nyanyian merdu yah…apa kau dengar itu???
Aku bernyanyi bintang bernyanyi dan dunia bersaksi.
Lalu aku tau apa itu “ke-ikhlasan” dan mulai BERCINTA.
Ketika semua menghilang dan dunia menghalang
Maka cobalah ambil gitar tanpa senar lalu bernyanyi lah tanpa suara
Itu lah keikhlasan dan kau akan mendapat kan senyum
Walau bercinta hanya dengan paru waktu

Seketika kau akan menyelesaikan semua tugas-tugas mu seperti sedang bernafas.
Ingat lah bahwa dunia sangat berarti saat kau membuat diri mu berarti.
Jika dunia tak mampu membuat mu berwarna maka kamu lah yang harus membuat dunia berwarna cukup dengan 1 senyuman mu yang paling ikhlas maka semua beres.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar